TANDA BACA
A. TANDA TITIK ( . )
1.
Tanda Titik dipakai pada:
a.
akhir kalimat yang
bukan pertanyaan dan seruan
b.
akhir singkatan nama
orang
cotoh: A.M. Sangaji, Muh. Yamin, R.D. Pradopo
c.
akhir singkatan gelar,
jabatan pangkat dan sapaan.
cotoh: Ir., S.H., Kol., Prof.,Dr., M.Hum.
d.
Singkatan kata atau
ungkapan yang sudah sangat umum. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau
lebih diikuti satu tanda titik. Singkatan yang terdiri dari dua huruf diberi
dua tanda titik.
cotoh: a.n.= atas nama, u.b.= untuk beliau, u.p.= untuk perhatian, no= nomor, tgl= tanggal, dkk.= dan kawan-kawan , dsb.=dan sebagainya, log.=logaritma, dst.=dan seterusnya.,
cotoh: a.n.= atas nama, u.b.= untuk beliau, u.p.= untuk perhatian, no= nomor, tgl= tanggal, dkk.= dan kawan-kawan , dsb.=dan sebagainya, log.=logaritma, dst.=dan seterusnya.,
e.
dibelakang angka
atau huruf dalam suatu bagan, ikhisar, atau daftar
cotoh: I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
A……….
1.2 Pembeberan Masalah
1.3 Pembatasan Masalah
II. Kerangka Teoritis
2.1 Teori Yang Digunakan
2.2 Metode yang digunakan
cotoh: I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
A……….
1.2 Pembeberan Masalah
1.3 Pembatasan Masalah
II. Kerangka Teoritis
2.1 Teori Yang Digunakan
2.2 Metode yang digunakan
f.
untuk memisahkan angka
jam, menit, dan detik yang menunjukkan
- waktu ; pukul 4.25.10 ( pukul 4 lewat 25 menit 10 detik )
- Jangka waktu ; 4.15.10 jam ( 4 jam, 5 menit, 10 detik )
- waktu ; pukul 4.25.10 ( pukul 4 lewat 25 menit 10 detik )
- Jangka waktu ; 4.15.10 jam ( 4 jam, 5 menit, 10 detik )
g.
untuk memisahkan angka
ribuan dan kelipatannya yang menyatakan jumlah
- Saya membeli buku seharga Rp 50.000,00.
- Saya membeli buku seharga Rp 50.000,00.
2.
Tanda titik tidak dipakai:
a.
untuk memisahkan angka
ribuan, jutaan dan seterusnya yang tidak
menunjukkan jumlah.
cotoh:
-Ia lahir pada tahun 1965 di Pekanbaru.
-Pesawat
teleponnya bernomor 835821.
b.
Dalam singkatan yang
terdiri atas huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau
yang terdapat dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
cotoh:
ABRI, DPR, GBHN, UUD, sekjen, tilang = tindakan langsung, ormas= organisasi
massa,
radar = radio detecting and
ranging
c.
Dalam singkatan
lambang kimia, satuan, ukuran, takaran, timbangan dan mata uang
cotoh: Na= natrium, TNT= trinitrotoluen, kg= kilogram, Rp
cotoh: Na= natrium, TNT= trinitrotoluen, kg= kilogram, Rp
d.
Pada akhir judul yang
merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi tabel dsb.
cotoh: Salah Asuhan
cotoh: Salah Asuhan
e.
Dibelakang alamat
pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat
cotoh: Jalan Bayangkara 5
Pekanbaru
20 Februari 2009
cotoh: Jalan Bayangkara 5
Pekanbaru
20 Februari 2009
B. TANDA KOMA ( , )
1.
tanda koma dipakai:
a.
di antara
unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan
cotoh: Ibu membeli beras,
gula, minyak, tepung terigu, kacang, dan garam
b.
untuk memisahkan
kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang di dahului oleh
kata tetapi, melainkan
cotoh: - Dia ingin sekali membeli sawah itu, tetapi
uangnya belum cukup.
- Dia bukan sarjana
hukum, melainkan sarjana ekonomi.
c.
memisahkan anak kalimat
dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat
cotoh: Kalau kamu lulus ujian nanti, Ijah akan memberimu hadiah (induk kalimat)
s p o
Sekalipun dia kaya, dia tidak pernah angku dan sombong
s p
cotoh: Kalau kamu lulus ujian nanti, Ijah akan memberimu hadiah (induk kalimat)
s p o
Sekalipun dia kaya, dia tidak pernah angku dan sombong
s p
d.
dibelakang kata atau
ungkapan penghubung antara kalimat yang pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya
oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan
tetapi.
cotoh: - Jadi, jelaslah bahwa masalahnya tidak serumit yang kita bayangkan semula.
- Oleh karena itu, kamu sekalian harus rajin belajar sejak sekarang.
cotoh: - Jadi, jelaslah bahwa masalahnya tidak serumit yang kita bayangkan semula.
- Oleh karena itu, kamu sekalian harus rajin belajar sejak sekarang.
e.
dibelakang kata-kata
seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat di awal kalimat
cotoh: Kasihan, cita-citanya menjadi seorang perwira tidak akan tercapai lagi sesudah peristiwa itu.
cotoh: Kasihan, cita-citanya menjadi seorang perwira tidak akan tercapai lagi sesudah peristiwa itu.
f.
untuk memisahkan
petikan langsung dari bagian dalam kalimat
cotoh: Menurut pendapat Ali, “ Ekonomi kerakyatan harus ditumbuhkembangkan di Negara ini.”
cotoh: Menurut pendapat Ali, “ Ekonomi kerakyatan harus ditumbuhkembangkan di Negara ini.”
g.
untuk menceraikan
bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
cotoh: Khairi, J.C. 1965. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage: Martinus Nyhoff.
Bloomfield, Leonard. 1955. Language. London: George Allen & Unwin Ltd.
cotoh: Khairi, J.C. 1965. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage: Martinus Nyhoff.
Bloomfield, Leonard. 1955. Language. London: George Allen & Unwin Ltd.
h.
di antara tempat
penerbitan, nama, penerbit dan tahun penerbitan
cotoh: Anceaux, J.C. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage, Martinus Nyhoff, 1965.
Bloomfield, Leonard. Language. London, George Allen & Unwin Ltd, 1955.
cotoh: Anceaux, J.C. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage, Martinus Nyhoff, 1965.
Bloomfield, Leonard. Language. London, George Allen & Unwin Ltd, 1955.
i.
di antara nama orang
dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakan dari singkatan nama
keluarga atau marga
cotoh: Prof. Dr. S. Nasution, M.Sc., M.Si.
cotoh: Prof. Dr. S. Nasution, M.Sc., M.Si.
j.
di muka angka persepuluhan
dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan
cotoh: 17, 24 m Rp 75, 25
cotoh: 17, 24 m Rp 75, 25
k.
untuk mengapit
keterangan tambahan dan keterangan aposisi
cotoh: Pamannya, Pak Rahadi, telah pindah rumah bulan yang lalu
cotoh: Pamannya, Pak Rahadi, telah pindah rumah bulan yang lalu
2.
Tanda koma tidak dipakai pada:
untuk
memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat apabila petikan
langsung tersebut berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan mendahului
bagian dalam kalimat itu
cotoh: “Siapa
nama pejabat itu?” Tanya ibu.
Jika dibalik pakai
koma
cotoh: Ibu
bertanya, “Siapa nama pejabat itu?”
C. TANDA TITIK KOMA ( ; )
Tanda titik koma (
; ) dipakai :
1.
untuk memisahkan
bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
cotoh: Badannya penat; hatinya sedih dan duka
Ombak telah reda; laut pun tenang; nelayan pulang
ke rumah.
Utang kian bertambah; harta habis terjual; kehidupannya
sangat menyedihkan.
Usahanya berhasil;
anak-anaknya semua sudahmenjadi sarjana; kehidupannya tenang
dan tentaram.
2.
untuk memisahkan kalimat
yang setara di dalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung
cotoh: Kaum ibu sibuk memasak makanan; bapak-bapak bermusyawarah untuk
cotoh: Kaum ibu sibuk memasak makanan; bapak-bapak bermusyawarah untuk
s p o s p
meningkatkan keamanan
desa; anak-anak ramai bermain kejar-kejaran di halaman.
o s p Kt
Para petani giat bekerja; anak-anak bermain layang-layang; para ibu mempersiapkan
s p s p o s p
makanan dan minuman.
o
o s p Kt
Para petani giat bekerja; anak-anak bermain layang-layang; para ibu mempersiapkan
s p s p o s p
makanan dan minuman.
o
D. TANDA TITIK DUA ( : )
1.
Tanda titik dua dipakai:
a.
pada akhir suatu
pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
cotoh: - Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning
Pekanbaru memiliki 2 jurusan:
manajemen, akutansi.
- Dari
segi ekonomi, masyarakat di daerah ini terbagi atas: ekonomi lemah, ekonomi
sedang, dan ekonomi kuat.
b.
sesudah kata atau
ungkapan yang memerlukan pemerian
cotoh:
Ketua :
Ali
sekretaris
: Rini
c.
dalam teks drama
sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
cotoh: Mia: “Jangan begitu ah!
cotoh: Mia: “Jangan begitu ah!
d.
1. di antara jilid
atau nomor dan halaman
cotoh: sarinah, II (180), 21:3
2. di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci
cotoh: Tawarikh II : 7-8
3. di antara judul dan anak judul suatu karangan
cotoh: A.H. Nasution, Sekitar PerangKemerdekaan Indonesia: Diplomasi atau Bertempur,
cotoh: sarinah, II (180), 21:3
2. di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci
cotoh: Tawarikh II : 7-8
3. di antara judul dan anak judul suatu karangan
cotoh: A.H. Nasution, Sekitar PerangKemerdekaan Indonesia: Diplomasi atau Bertempur,
diterbitkan oleh Penerbit
Angkasa Bandung.
2.
Tanda titik dua tidak dipakai:
kalau rangkaian
atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
cotoh:
- Fakultas
Ekonomi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru memiliki jurusan manajemen,
akutansi, dan ekonomi pembangunan.
- Penduduk desa
itu terdiri dari suku Jawa, suku Batak, suku Ambon, dan suku Madura.
E. TANDA HUBUNG ( - )
Tanda hubung ( - )
dipakai:
- untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris
cotoh: saya
akan datang mengunjungi paman ma-
lam ini
- menyambung awalan dengan bagian kata dibelakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris
cotoh: Ada
cara baru meng-
ukur panas.
>akhiran –i
tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
- untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
cotoh: sawah-sawah,
tersipu-sipu, diporak-perandakan
- untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu, bagian-bagian tanggal, dan suku kata yang dipisah-pisahkan.
cotoh: p-r-o-s-e-s 23-3-2009
- untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
cotoh: ber-uang
dengan be-ruang
meng-ukur
dengan me-ngukur
meng-arungi dengan me-ngarungi
dua puluh lima-ribuan (20 x
5000)
dua-puluh-lima-ribuan ( 1 x 25000)
- untuk merangkaikan:
>se- dengan
kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital
cotoh: se-Riau
>ke- dengan
angka
cotoh: hadiah
ke-2
>angka dengan
–an
cotoh: tahun
20-an
>singkatan
huruf capital dengan imbuhan atau kata
cotoh: SIM-nya,
KTP-nya, sinar -X
- untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
cotoh: di-chek-kan
F. TANDA PISAH ( - )
Tanda pisah (-)
dipakai :
- menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat-kalimat menjadi lebih jelas.
cotoh: - Rangkaian
penemuan ini -evolusi, teori kenisbian, juga pembelahan atom- telah
mengubah konsepsi kita tentang
alam semesta.
-Festival lagu-lagu tradisional ini -daerah-daerah
Karo, Simalungun, Dairi, Toba, angkola,
dan Mandailing – diharapkan memperjelas citra lagu-lagu tradisional suku
Batak bagi
kita semua.
- membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
cotoh: -
Kemerdekaan bangsa ini –saya yakin akan tercapai- diperjuangkan dengan jiwa
dan
raga oleh bangsa itu sendiri.
-
Pekanbaru -kota minyak- hanya berjarak 250 km dari kota Padang.
- “kalimat di atas berasal dari Pekanbaru
hanya berjarak 250 km dari kota Padang.
- di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
cotoh: 1820-1830
Jakarta - Pekanbaru
tanggal 5-10 Maret 2009
G. TANDA ELIPSIS (…)
Tanda Elipsis (…)
dipakai:
- menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
cotoh: kalau malu…ya,
bagaimana bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman sekelas.
Sekarang…marilah kita mulai bekerja kembali agar
tugas kita selesai pada waktunya.
- menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.
cotoh: Sebab-musbab
kepanikan… akan diteliti lebih terperinci.
Karena masalah keluarga …
terpaksalah anak itu menderita batin dan keluar dari sekolah.
NB. Jika bagian
yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dipakai empat titik;
tiga untuk penghilangan bagian teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
cotoh: Dalam
kehidupan sehari-hari, kita harus pandai bergaul….
Dalam karya tulis, ejaan harus
digunakan dengan tepat….
H. TANDA KURUNG ( )
Tanda Kurung ( )
untuk:
- mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
cotoh: - KTP
(Kartu Tanda Penduduk) saya bernomor 5555/I/2009.
- DIP (Daftar Isian Proyek)
kantor itu sudah selesai.
- mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan merupakan bagian integral pokok pembicaraan.
cotoh: -
Keterangan itu (lihat lampiran 2 dan lampiran 3 dari laporan ini)
menunjukkan tingginya
kebutuhan minyak tanah di masyarakat desa A.
- Lagu Djaga depari yang berjudul “Piso
Surit” (nama sejenis burung yang berkicau pada
- tengah malam atau dinihari) diciptakannya pada tahun 1946 mengapit angka atau huruf yang
memerinci satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat juga diikuti
oleh kurung tutup saja.
cotoh: Faktor-faktor keberhasilan studi seseorang menyangkut masalah berikut: (a). kecerdasan;
(b). kerajinan; (c). motivas atau 1). kecerdasa; 2). kerajinan; 3). motivasi
atau dapat ditulis :
Faktor-faktor keberhasilan studi seseorang menyangkut masalah berikut: (a) kecerdasan,
(b) kerajinan, dan (c) motivasi
I.
TANDA KURUNG SIKU ( […] )
Tanda kurung
Siku ( […] ) untuk:
- mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asal.
cotoh: - Para
dosen harus berusaha sekuat daya meningkatkan k[u]alitas para mahasiswa.
- Hadapilah masalah itu secara
rasional, bukan secara emosion[a]l, hipotes[ is]
- mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang
sudah bertanda kurung.
cotoh: - (Perbedaan dan persamaan antara dua macam proses ini [lihat Bab VII] tidak
dibicarakan di sini).
- (Anaknya yang keempat [putri yang kedua] kuliah di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta).
- (Kota Bandung [yang disebut juga Parijs van Java] tidak seindah dulu lagi).
- (Anaknya yang keempat [putri yang kedua] kuliah di Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta).
- (Kota Bandung [yang disebut juga Parijs van Java] tidak seindah dulu lagi).
J.
TANDA PETIK ( “….” )
Tanda Petik
( “….”
) untuk:
- mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik ini ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
cotoh: -
“Kami akan berangkat besok ke Menado,” kata paman.
- Paman berkata, “Kami akan berangkat besok ke
Menado.”
- mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
cotoh: - Bacalah “Ekonomi
Kerakyatan” dalam buku Ekonomi Indonesia karya Tomy.
- “The Structur of
Simalungun Society” karya Henry Guntur Tarigan diterbitkan dalam
Sumatra
Bulletin Research
- mengapit
istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
cotoh: - Pekerjaaan itu dilaksanakannya dengan cara “coba dan ralat” saja.
- Kata “horas” kebal akan waktu dan situasi karena dapat berarti ‘selamat pagi’, ‘selamat
siang’, ‘selamat sore’,
‘selamat malam’, ’selamat
berpisah’,’selamat berjumpa’, dan
lain-lain.
- Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri
petikan langsung.
cotoh: menurut pendapat Ali, “Saya juga mau ikut ayah ke Medan”.
K. TANDA PETIK TUNGGAL (
‘…’ )
Tanda Petik
Tunggal ( ‘…’ ) untuk:
a.
mengapit petikan yang
tersusun di dalam petikan lain.
cotoh: “Ketika kubuka pintu kamarku, kudengar jelas ucapan
pembantu kami, ‘Joni, Ani
menunggu di luar’, dan hatiku
pun berdebar-debar kegirangan,” kata Toni.
b.
mengapit terjemahan atau
penjelasan kata atau ungkapan asing.
cotoh: - synonim ‘padan kata’
- oral education ‘pendidikan moral’
L.
GARIS
MIRING ( / )
Garis miring (
/ ) untuk:
- penomoran kode surat
cotoh: no.182/Unilak/2012
- sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau nomor alamat.
cotoh: -
pemuda/pemudi -
teori/ praktek
- harganya Rp 200,00 / lembar - Jalan Ahmad Yani II/36.
M. TANDA PENYINGKATAN
ATAU APOSTROF ( ‘ )
Tanda
penyingkatan atau apostrof ( ‘ ) untuk:
- penghilangan bagian kata.
cotoh: - Pesan
ibu ‘kan kusampaikan. ( akan)
- Selamat jalan, ‘pak. (bapak)
- Baik, ‘dinda. (adinda).