Selasa, 10 Februari 2015

Tanda Baca Dalam Bahasa Indonesia



TANDA BACA

A.      TANDA TITIK ( . )
1.       Tanda Titik dipakai pada:
a.       akhir kalimat yang bukan pertanyaan dan seruan
b.      akhir singkatan nama orang
               cotoh: A.M. Sangaji,  Muh. Yamin, R.D. Pradopo
c.       akhir singkatan gelar, jabatan pangkat dan sapaan.
                      cotoh: Ir., S.H., Kol., Prof.,Dr., M.Hum.
d.      Singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Singkatan yang terdiri dari dua huruf diberi dua tanda titik.
cotoh: a.n.= atas nama, u.b.= untuk beliau, u.p.= untuk perhatian, no= nomor, tgl= tanggal,    dkk.= dan kawan-kawan , dsb.=dan sebagainya, log.=logaritma, dst.=dan seterusnya.,


e.      dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhisar, atau daftar
cotoh: I. Pendahuluan
                1.1 Latar Belakang Masalah
                       A……….
                
1.2 Pembeberan Masalah
                1.3 Pembatasan Masalah
            II. Kerangka Teoritis
                 2.1 Teori Yang Digunakan
                 2.2 Metode yang digunakan
f.        untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan
- waktu ; pukul 4.25.10  ( pukul 4 lewat 25 menit 10 detik )
- Jangka waktu ;  4.15.10 jam ( 4 jam, 5 menit, 10 detik )
g.       untuk memisahkan angka ribuan dan kelipatannya yang menyatakan jumlah
- Saya membeli buku seharga Rp 50.000,00.

2.       Tanda titik tidak dipakai:
a.       untuk memisahkan angka ribuan, jutaan dan  seterusnya yang tidak menunjukkan jumlah.
       cotoh:  -Ia lahir pada tahun 1965 di Pekanbaru.
                                   -Pesawat teleponnya bernomor 835821.
b.      Dalam singkatan yang terdiri atas huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
                      cotoh:  ABRI, DPR, GBHN, UUD, sekjen, tilang = tindakan langsung, ormas= organisasi massa,
                                   radar = radio detecting and ranging
c.       Dalam singkatan lambang kimia, satuan, ukuran, takaran, timbangan dan mata uang
cotoh: Na= natrium, TNT= trinitrotoluen, kg= kilogram, Rp
d.      Pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi tabel dsb.
cotoh: Salah Asuhan
e.      Dibelakang alamat pengirim dan tanggal surat, atau nama dan alamat penerima surat
cotoh: Jalan Bayangkara 5
               Pekanbaru
               20 Februari 2009

B.      TANDA KOMA ( , )

1.       tanda koma dipakai:
a.       di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan
                     cotoh: Ibu membeli beras, gula, minyak, tepung terigu, kacang, dan garam
b.      untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang di dahului oleh kata tetapi, melainkan
                     cotoh: - Dia ingin sekali membeli sawah itu, tetapi  uangnya belum cukup.
                                 - Dia bukan sarjana hukum, melainkan  sarjana ekonomi.            
c.       memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat
cotoh: Kalau kamu lulus ujian nanti, Ijah akan memberimu hadiah (induk kalimat)
                                                                     s                     p                                 o
            Sekalipun dia kaya, dia tidak pernah angku dan sombong
                                                 s                            p
d.      dibelakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
cotoh:  - Jadi, jelaslah bahwa masalahnya tidak serumit yang kita bayangkan semula.
              - Oleh karena itu, kamu sekalian harus rajin belajar sejak sekarang.
e.      dibelakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat di awal kalimat
cotoh: Kasihan, cita-citanya menjadi seorang perwira tidak akan tercapai lagi sesudah     peristiwa itu.
f.        untuk memisahkan petikan langsung dari bagian dalam kalimat
cotoh: Menurut pendapat Ali, “ Ekonomi kerakyatan harus ditumbuhkembangkan di Negara                 ini.”
g.       untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
cotoh: Khairi, J.C. 1965. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage: Martinus Nyhoff.
            Bloomfield, Leonard. 1955. Language. London: George Allen & Unwin Ltd.
h.      di antara tempat penerbitan, nama, penerbit dan tahun penerbitan
cotoh: Anceaux, J.C. The Nimboran Language. ‘S. Gravenhage, Martinus Nyhoff, 1965.
            Bloomfield, Leonard. Language. London, George Allen & Unwin Ltd, 1955.
i.         di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakan dari singkatan nama keluarga atau marga
cotoh: Prof. Dr. S. Nasution, M.Sc., M.Si.
j.        di muka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bilangan
cotoh: 17, 24 m      Rp 75, 25
k.       untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi
cotoh: Pamannya, Pak Rahadi, telah pindah rumah bulan yang lalu

2.       Tanda koma tidak dipakai pada:
untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat apabila petikan langsung tersebut berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan mendahului bagian dalam kalimat itu
cotoh: “Siapa nama pejabat itu?” Tanya ibu.
Jika dibalik pakai koma
cotoh: Ibu bertanya, “Siapa nama pejabat itu?”

C.      TANDA TITIK KOMA ( ; )

Tanda titik koma ( ; ) dipakai :
1.       untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara
       cotoh:  Badannya penat; hatinya sedih dan duka
                            Ombak telah reda; laut pun tenang; nelayan pulang ke rumah.
                            Utang kian bertambah; harta habis terjual; kehidupannya sangat menyedihkan.
                            Usahanya berhasil; anak-anaknya semua sudahmenjadi sarjana; kehidupannya tenang
                             dan tentaram.
2.       untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung
cotoh: Kaum ibu sibuk memasak makanan; bapak-bapak bermusyawarah untuk
                           s                       p                    o                    s                         p                                     
                    meningkatkan keamanan desa; anak-anak ramai bermain kejar-kejaran di halaman.
                                               o                                    s                                   p                                 Kt
                    Para petani giat bekerja; anak-anak bermain layang-layang; para ibu mempersiapkan
                             s                     p                  s                  p                  o                    s                    p
                    makanan dan minuman.
                                      o

D.      TANDA TITIK DUA ( : )

1.       Tanda titik dua dipakai:
a.       pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian
       cotoh:  - Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru memiliki 2 jurusan:
                                     manajemen, akutansi.
                                   - Dari segi ekonomi, masyarakat di daerah ini terbagi atas: ekonomi lemah, ekonomi
                                     sedang, dan ekonomi kuat.

b.      sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
                      cotoh:       Ketua       : Ali      
                                        sekretaris : Rini
c.       dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan
cotoh: Mia: “Jangan begitu ah!
d.      1. di antara jilid atau nomor dan halaman
    cotoh: sarinah, II (180), 21:3
2. di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci
     cotoh: Tawarikh II : 7-8
3. di antara judul dan anak judul suatu karangan
     cotoh: A.H. Nasution, Sekitar PerangKemerdekaan Indonesia: Diplomasi atau Bertempur,  
                         diterbitkan oleh Penerbit Angkasa Bandung.

2.       Tanda titik dua tidak dipakai:
kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
cotoh:
- Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru memiliki  jurusan manajemen,  
  akutansi, dan ekonomi pembangunan.
- Penduduk desa itu terdiri dari suku Jawa, suku Batak, suku Ambon, dan suku Madura.

E.       TANDA HUBUNG ( - )

Tanda hubung ( - ) dipakai:
  1. untuk menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris
cotoh: saya akan datang mengunjungi paman ma-
                          lam ini
  1. menyambung awalan dengan bagian kata dibelakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris
cotoh: Ada cara baru meng-
                           ukur panas.
>akhiran –i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.
  1. untuk menyambung unsur-unsur kata ulang
cotoh: sawah-sawah, tersipu-sipu, diporak-perandakan
  1. untuk menyambung huruf kata yang dieja satu-satu, bagian-bagian tanggal, dan suku kata yang dipisah-pisahkan.
cotoh: p-r-o-s-e-s     23-3-2009
  1. untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.
cotoh: ber-uang dengan be-ruang
                           meng-ukur  dengan me-ngukur
                           meng-arungi dengan me-ngarungi
                           dua puluh lima-ribuan (20 x 5000)
                           dua-puluh-lima-ribuan ( 1 x 25000)
  1. untuk merangkaikan:
>se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital
cotoh: se-Riau
>ke- dengan angka
cotoh: hadiah ke-2
>angka dengan –an
cotoh: tahun 20-an
>singkatan huruf capital dengan imbuhan atau kata
cotoh: SIM-nya, KTP-nya, sinar -X
  1. untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing
cotoh: di-chek-kan

F.       TANDA PISAH ( - )

Tanda pisah (-) dipakai :
  1. menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat-kalimat menjadi lebih jelas.
cotoh: - Rangkaian penemuan ini -evolusi, teori kenisbian, juga pembelahan atom- telah   
               mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
                            -Festival lagu-lagu tradisional ini -daerah-daerah Karo, Simalungun, Dairi, Toba, angkola,   
                             dan Mandailing diharapkan memperjelas citra lagu-lagu tradisional suku Batak bagi   
                             kita semua.
  1. membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat.
cotoh: - Kemerdekaan bangsa ini –saya yakin akan tercapai- diperjuangkan dengan jiwa dan 
               raga oleh bangsa itu sendiri.
                           - Pekanbaru -kota minyak- hanya berjarak 250 km dari kota Padang.
                           - “kalimat di atas berasal dari Pekanbaru hanya  berjarak 250 km dari kota Padang.
  1. di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti ‘sampai dengan’ atau di antara dua nama kota yang berarti ‘ke’, atau ‘sampai’.
cotoh:  1820-1830
                            Jakarta - Pekanbaru
                            tanggal 5-10 Maret 2009


G.     TANDA ELIPSIS (…)

Tanda Elipsis (…) dipakai:
  1. menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
cotoh: kalau malu…ya, bagaimana bisa bergaul dengan baik dengan teman-teman sekelas.
                           Sekarang…marilah kita mulai bekerja kembali agar tugas kita selesai pada waktunya.
  1. menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan.
cotoh: Sebab-musbab kepanikan… akan diteliti lebih terperinci.
                           Karena masalah keluarga … terpaksalah anak itu menderita batin dan keluar dari sekolah.

NB. Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, maka perlu dipakai empat titik; tiga untuk penghilangan bagian teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
cotoh: Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus pandai bergaul….
                    Dalam karya tulis, ejaan harus digunakan dengan tepat….

H.     TANDA KURUNG ( )

Tanda Kurung ( ) untuk:
  1. mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
cotoh: - KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya bernomor 5555/I/2009.
                           - DIP (Daftar Isian Proyek) kantor itu sudah selesai.
  1. mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan merupakan bagian integral pokok pembicaraan.
cotoh: - Keterangan itu (lihat lampiran 2 dan lampiran 3 dari laporan ini) menunjukkan tingginya 
                             kebutuhan minyak tanah di masyarakat desa A.
                          - Lagu Djaga depari yang berjudul “Piso Surit” (nama sejenis burung yang berkicau pada
  1. tengah malam atau dinihari) diciptakannya pada tahun 1946 mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat juga diikuti oleh kurung tutup saja.
    cotoh: Faktor-faktor keberhasilan studi seseorang menyangkut masalah berikut: (a). kecerdasan;
                (b). kerajinan;  (c). motivas atau  1). kecerdasa;  2). kerajinan; 3). motivasi
                atau dapat ditulis :
                Faktor-faktor keberhasilan studi seseorang menyangkut masalah berikut: (a) kecerdasan,
                          (b) kerajinan, dan (c) motivasi


I.        TANDA KURUNG SIKU ( […] )

Tanda kurung Siku ( […] ) untuk:
  1. mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu jadi isyarat bahwa kesalahan itu memang terdapat di dalam naskah asal.
cotoh: - Para dosen harus berusaha sekuat daya meningkatkan k[u]alitas para mahasiswa.
            - Hadapilah masalah itu secara rasional, bukan secara emosion[a]l, hipotes[ is]
  1. mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
    cotoh:  - (Perbedaan dan persamaan antara dua macam proses ini [lihat Bab VII] tidak 
                        dibicarakan di sini).
                    - (Anaknya yang keempat [putri yang kedua] kuliah di Universitas Gadjah Mada
                       Yogyakarta).
                    - (Kota Bandung [yang disebut juga Parijs van Java] tidak seindah dulu lagi).


J.        TANDA PETIK (  “….”  )

Tanda Petik (  “….”  ) untuk:
  1. mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik ini ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
              cotoh:  - “Kami akan berangkat besok ke Menado,” kata paman.
                           -  Paman berkata, “Kami akan berangkat besok ke Menado.”
  1. mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
              cotoh:  - Bacalah “Ekonomi Kerakyatan” dalam buku Ekonomi Indonesia karya Tomy.
                           - “The Structur of Simalungun Society” karya Henry Guntur Tarigan diterbitkan dalam  
                             Sumatra Bulletin Research
  1. mengapit istilah ilmiah yang masih kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
    cotoh:  - Pekerjaaan itu dilaksanakannya dengan cara “coba dan ralat” saja.
                 
    - Kata “horas” kebal akan waktu dan situasi karena dapat berarti ‘selamat pagi’, ‘selamat 
                       siang’, ‘selamat sore’, ‘selamat malam’,  ’selamat berpisah’,’selamat berjumpa’, dan  
                       lain-lain.
  1. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
    cotoh:  menurut pendapat Ali, “Saya juga mau ikut ayah ke Medan”.


K.      TANDA PETIK TUNGGAL ( ‘…’ )

Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ ) untuk:
a.       mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
cotoh:  “Ketika kubuka pintu kamarku, kudengar jelas ucapan pembantu kami, ‘Joni, Ani 
                menunggu di luar’, dan hatiku pun berdebar-debar kegirangan,” kata Toni.
b.      mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
cotoh: -  synonim ‘padan kata’
                           -  oral education ‘pendidikan moral’




L.       GARIS MIRING ( / )

Garis miring ( / ) untuk:
  1. penomoran kode surat
cotoh: no.182/Unilak/2012
  1. sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau  nomor alamat.
cotoh: - pemuda/pemudi                          - teori/ praktek
                           - harganya Rp 200,00 / lembar    - Jalan Ahmad Yani II/36.


M.    TANDA PENYINGKATAN ATAU APOSTROF ( ‘ )

Tanda penyingkatan atau apostrof ( ‘ )  untuk:
  1. penghilangan bagian kata.
cotoh: - Pesan ibu ‘kan kusampaikan. ( akan)
                           - Selamat jalan, ‘pak. (bapak)
                           - Baik, ‘dinda. (adinda).