Selasa, 10 Februari 2015

Angka dan Lambang Bilangan, Singkatan dan Akronim



ANGKA & LAMBANG BILANGAN

a)      dipergunakan untuk ukuran pada panjang, berat, isi, satuan waktu dan nilai uang
b)      menandai nomor jalan, rumah, apartemen atau kamar pada alamat
cotoh: Jalan Howitser Raya A 202 A, Hotel Ramayana Kamar 21
c)       menomori karangan dan bagiannya
cotoh: Bab VI, Pasal 1,2,3,dst halaman 102, Surat Al-Baqarah: 28, halaman 57, baris 18
d)      Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan sebagai berikut:
cotoh: bab III, bab ke-2, bab kedua
e)      Penulisan bilangan yang mendapat akhiran “-an” dilakukan dengan cara berikut.
cotoh: tahun 20-an atau tahun dua puluhan
f)       Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam pemerincian dan pemaparan.
cotoh: -Ia menonton film itu sampai tiga kali
            -Di antara 100 anggota yang hadir, 75 orang memberikan suara setuju, 20 suara tidak
              setuju, dan 5 suara blanko
g)      Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan, yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat lagi pada awal kalimat.
cotoh:  -Dua puluh ekor ayam sumbangannya pada pesta itu.
bukan: 20 ekor ayam sumbangannya pada pesta itu.
  -Paman saya mengundang 175 orang keluarga dekat.
   bukan: 175 keluarga dekat diundang paman saya atau seratus tujuh puluh lima orang   
                keluarga dekat diundang paman saya
h)      Angka yang menunjukkan bilangan bulat yang besar dapat dieja sebahagian supaya lebih mudah dibaca.
cotoh: Perusahaan itu baru saja mendapat kredit 500 juta rupiah
i)        Kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi, bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks.
cotoh: -Di dalam asrama itu tinggal lima puluh orang mahasiswa
              bukan: Di dalam asrama itu tinggal 50 (lima puluh) orang mahasiswa
            -Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 buku
             bukan: Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 (dua ribu seratus tiga puluh enam) buku
j)        Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, maka penulisannya harus tepat.
cotoh: saya telah menerima uang sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)


SINGKATAN DAN AKRONIM

-        Singkatan adalah pemendekan dari satu kata, dua kata, tiga kata, atau lebih.
-        Akronim adalah singkatan yang diucapkan dan diberlakukan sebagai kata

1.       Singkatan
1)      Apabila pemendekan dari satu kata, maka pada singkatan tersebut diberi satu tanda titik.
cotoh: no. (nomor), hlm. (halaman)
2)      Apabila pemendekan dari dua kata, maka pada singkatan tersebut diberi dua tanda titik.
                cotoh: a.n. (atas nama), u.b. (untuk beliau), u.p. (untuk perhatian)
3)      Apabila singkatan terdiri dari tiga huruf, maka pada singkatan tersebut diberi satu tanda titik.
cotoh: dll. (dan lain-lain), dkk. (dan kawan-kawan), yth. (yang terhormat) 
2.       Akronim
1)      Apabila akronim merupakan penggabungan awal-awal kata, maka huruf kapital dipakai pada seluruh akronim.
cotoh: ABRI, KONI, NIP, FKIP
2)      Apabila akronim merupakan penggabungan awal kata dan suku kata, maka huruf kapital dipakai pada awal akronim.
cotoh: Unilak, Akabri, Kadis, Kasi
3)      Apabila akronim tidak menyatakan nama diri, maka huruf kapital tidak dipakai pada akronim tersebut.
            cotoh: pemilu, rudal, rapim, tilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar