ANGKA & LAMBANG BILANGAN
a)
dipergunakan untuk
ukuran pada panjang, berat, isi, satuan waktu dan nilai uang
b)
menandai nomor jalan,
rumah, apartemen atau kamar pada alamat
cotoh: Jalan Howitser Raya A 202 A,
Hotel Ramayana Kamar 21
c)
menomori karangan dan
bagiannya
cotoh: Bab VI,
Pasal 1,2,3,dst halaman 102, Surat Al-Baqarah: 28, halaman 57, baris 18
d)
Penulisan bilangan
tingkat dapat dilakukan sebagai berikut:
cotoh: bab III, bab ke-2, bab kedua
cotoh: bab III, bab ke-2, bab kedua
e)
Penulisan bilangan
yang mendapat akhiran “-an” dilakukan dengan cara berikut.
cotoh: tahun 20-an atau tahun dua puluhan
cotoh: tahun 20-an atau tahun dua puluhan
f)
Lambang bilangan yang
dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika
beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam pemerincian dan
pemaparan.
cotoh: -Ia menonton film itu sampai tiga kali
-Di antara 100 anggota yang hadir, 75 orang memberikan suara setuju, 20 suara tidak
setuju, dan 5 suara blanko
cotoh: -Ia menonton film itu sampai tiga kali
-Di antara 100 anggota yang hadir, 75 orang memberikan suara setuju, 20 suara tidak
setuju, dan 5 suara blanko
g)
Lambang bilangan pada
awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga
bilangan, yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat
lagi pada awal kalimat.
cotoh: -Dua puluh ekor ayam sumbangannya pada pesta
itu.
bukan: 20 ekor ayam sumbangannya pada pesta itu.
-Paman saya mengundang 175 orang
keluarga dekat.
bukan: 175 keluarga dekat diundang paman saya atau seratus tujuh puluh lima orang
bukan: 175 keluarga dekat diundang paman saya atau seratus tujuh puluh lima orang
keluarga dekat diundang paman
saya
h)
Angka yang menunjukkan
bilangan bulat yang besar dapat dieja sebahagian supaya lebih mudah dibaca.
cotoh: Perusahaan itu baru saja mendapat kredit 500 juta rupiah
cotoh: Perusahaan itu baru saja mendapat kredit 500 juta rupiah
i)
Kecuali di dalam dokumen
resmi seperti akta dan kuitansi, bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan
huruf sekaligus dalam teks.
cotoh: -Di dalam asrama itu tinggal lima puluh orang mahasiswa
bukan: Di dalam asrama itu tinggal 50 (lima puluh) orang mahasiswa
-Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 buku
bukan: Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 (dua ribu seratus tiga puluh enam) buku
cotoh: -Di dalam asrama itu tinggal lima puluh orang mahasiswa
bukan: Di dalam asrama itu tinggal 50 (lima puluh) orang mahasiswa
-Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 buku
bukan: Di dalam perpustakaan tersimpan 2137 (dua ribu seratus tiga puluh enam) buku
j)
Jika bilangan dilambangkan
dengan angka dan huruf, maka penulisannya harus tepat.
cotoh: saya telah menerima uang sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)
cotoh: saya telah menerima uang sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)
SINGKATAN DAN AKRONIM
-
Singkatan adalah
pemendekan dari satu kata, dua kata, tiga kata, atau lebih.
-
Akronim adalah
singkatan yang diucapkan dan diberlakukan sebagai kata
1.
Singkatan
1)
Apabila pemendekan dari satu kata, maka pada singkatan
tersebut diberi satu tanda titik.
cotoh: no. (nomor),
hlm. (halaman)
2)
Apabila pemendekan
dari dua kata, maka pada singkatan tersebut diberi dua tanda titik.
cotoh:
a.n. (atas nama), u.b. (untuk beliau), u.p. (untuk perhatian)
3)
Apabila singkatan
terdiri dari tiga huruf, maka pada singkatan tersebut diberi satu tanda titik.
cotoh: dll.
(dan lain-lain), dkk. (dan kawan-kawan), yth. (yang
terhormat)
2.
Akronim
1)
Apabila akronim
merupakan penggabungan awal-awal kata, maka huruf kapital dipakai pada seluruh
akronim.
cotoh: ABRI,
KONI, NIP, FKIP
2)
Apabila akronim
merupakan penggabungan awal kata dan suku kata, maka huruf kapital dipakai pada
awal akronim.
cotoh: Unilak,
Akabri, Kadis, Kasi
3)
Apabila akronim tidak
menyatakan nama diri, maka huruf kapital tidak dipakai pada akronim tersebut.
cotoh:
pemilu,
rudal, rapim, tilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar